Lakpesdam NU kabupaten Cilacap berdiri pada tahun 1985. Dalam dokumen perencanaan strategis yang dilakukan tahun 2008, lakpesdam mempunyai mandat formal untuk menfasilitasi peningkatan SDM NU yang dilakukan melalui pengkajian, penelitian dan pendidikan. Sedangkan mandat sosial yang diemban Lakpesdam diantaranya adalah mengupayakan terwujudnya masyarakat yang berdaya, demokratis dan berkeadilan, melakukan pendidikan dan penyadaran masyarakat serta melakukan kajian terhadap produk-produk kebijakan, sosial, ekonomi dan budaya.

Tidak berselang lama setelah lakpesdam Cilacap berdiri Indonesia dilanda krisis ekonomi dan moneter, sehingga mendorong lakpesdam Cilacap atas dukungan PP Lakpesdam terlibat dalam penanggulangan efek krisis ekonomi tersebut melalui program menejemen krisis. Bersamaan dengan hadirnya era otonomi daerah, pada tahun 2000 lakpesdam NU Cilacap kembali mendapatkan kepercayaan dari PP lakpesdam Jakarta untuk terlibat dalam program Pemberdayaan Masyarakat Sipil dalam Proses Otonomi Daerah. Kerjasama program dengan PP Lakpesdam atas dukungan dana dari lembaga donor masih berlangsung sampai saat ini. Selain itu secara mandiri lakpesdam NU Cilacap juga mengelola program untuk Buruh Migran atas dukungan Yayasan Tifa, serta beberapa program lain atas kerjasama dengan pemda kab Cilacap.

Tugas utama lakpesdam NU Cilacap sebagai mana tertuang dalam dokumen SP nya yaitu menfasilitasi peningkatan SDM NU, dilakukan melalui pelatihan-pelatihan bagi pengurus cabang dan majelis wakil cabang NU baik syuriah maupun tanfidziyah, lakpesdam juga sering diminta menfasilitasi pelatihan yang dilakukan oleh lembaga atau banom lain, misalnya Ipnu, Ippnu, Ansor, lembaga Pertanian NU, dan lain-lain. Selama ini lakpesdam juga telah beberapa kali menfasilitasi lembaga Bahtsul masail untuk melakukan kajian masalah yang bersifat Maudhu’iyah.

Sebagai komitmen atas mandat lakpesdam untuk melakukan pemberdayaan masyarakat, maka dalam setiap programnya Lakpesdam NU cilacap senantiasa melakukan pengorganisasian masyarakat sekaligus pelatihan kepada Community Organizer nya. Saat ini lakpesdam mendampingi 19 Forum Warga (FW) berbasis territorial (desa dan kecamatan) dan 12 forum warga berbasis sektoral (pedagang kecil, petani organic, peternak, pengrajin, pekebun).

Kini 2 FW berbasis pedagang kecil telah memiliki Koperasi Serba Usaha (KSU) Baitul Mal watamwil (BMT). BMT EL-Sejahtera – Cipari misalnya, dirintis oleh 25 kaum perempuan kelompok pedagang kecil ‘Sejahtera’ satu setengah tahun yang lalu. Dengan pendampingan intensif dari PC Lakpesdam Cilacap, PP Lakpesdam, bank Muamalat dan Pinbuk kab cilacap, kini BMT tersebut telah beromset 1,4 milyar rupiah. Nasabahnya mencapai 1500 an yang sebagian besar adalah pedagang kecil. Pada sektor buruh migrant juga tengah diinisiasi terbentuknya FW keluarga dan eks buruh migrant. FW hakekatnya merupakan strategi untuk melakukan pengorganisasian kembali atau Regrouping terhadap NU dimana banyak sekali potensi sumberdaya yang masih tidak tergarap secara baik oleh NU. Melalui FW ini diharapkan proses-proses kaderisasi bisa dilakukan yang pada akhirnya bisa dijadikan sebagai sumber rekrutmen untuk mengisi jabatan-jabatan struktural di NU.