Penetapan Kyai Kuncen Pasemuan Kidul Desa Kalikudi

Kyai-Karya-Sumadi

Kyai Karya Sumadi (kanan) ditetapkan sebagai Kyai Kuncen Pasemuan Kidul (Foto : ERF)

Penetapan kyai kuncen Pasemuan Kidul Desa Kalikudi dilaksanakan pada Kamis (7/9). Kyai Karya Sumadi meneruskan estafet kepemimpinan. Para sesepuh dari Kasepuhan Pekuncen, Daun Lumbung, Maos, dan Kalikudi memberikan sebuah nama baru kepada Kyai Karya Sumadi menjadi Kyai Kunci Karya Pada Winata.

Para sesepuh adat berharap Kyai Kunci Karya Pada Winata bisa amanah. Beliau bisa melestarikan, mendoakan, dan memberikan keberkahan kepada anak putu. Sebaiknya, anak putu diimbau untuk mendukung Kyai Kuncen yang baru.

Kyai Kunci Karya Pada Winata mengucapkan rasa syukur kepada Sang Maha Kuasa. Beliau berharap bisa berjalan bersama, bisa bahu-membahu melestarikan adat dan siap menerima kritik dan saran dari para sesepuh dan masyarakat adat.

Kades Kalikudi, Suparman Hadi Utomo mengapresiasi penetapan kuncen Pasemuan Kidul. Menurutnya, kearifan lokal di Kalikudi sangat luar biasa.

“Acara pada malam hari ini sangat luar biasa dan sukses, insya Alloh sudah sesuai dengan aturan adat. Sesudahnya ini bisa berjalan dengan baik dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Kalikudi dan masih bisa terus terjaga hubungan batin antara masyarakat adat dengan pemerintah Desa Kalikudi,” ujarnya.

Ketua Paguyuban Adat Tradisi Anak Putu (ATAP), Kyai Sunardi Kunthang menyampaikan pesan inklusi sosial. Menurut Kyai Kunthang, Paguyuban ATAP menaungi adat di Desa Kalikudi dan sekitarnya. Paguyuban yang lahir melalui Progam Peduli Lakpesdam PCNU Cilacap ini menguatkan masyarakat Kalikudi dan adat Kalikudi. Dalam membumikan semangat inklusi sosial, seluruh elemen masyarakat diharapkan hidup berdampingan secara damai tanpa membeda-bedakan antara suku, ras dan agama.

Tahun 2016, ditetapkan sebagai Desa Inklusi. Perwakilan masyarakat adat Kalikudi mendapatkan penghargaan dari Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai Duta Inklusi. Beliau adalah Nakam Wimbo Prawiro.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*