Memperjuangkan Hak Penghayat, Muslam Raih Penghargaan dari PBNU

muslam_mlki

Muslam dari Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa Indonesia (MLKI) Kabupaten Cilacap mendapatkan penghargaan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Melalui Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), PBNU memberikan penghargaan kepada kader inklusi.

PBNU memberikan apreasiasi kepada para pejuang inklusi telah mendukung dan memiliki peran besar dalam proses inklusi sosial di beberapa wilayah program Peduli. Cilacap merupakan salah satu wilayah program Peduli.

Inklusi sosial merupakan upaya menempatkan martabat dan kemandirian individu sebagai modal utama untuk mencapai kualitas hidup yang ideal. Inklusi sosial adalah bagian dari Pancasila, dasar negara dan filosofi bangsa serta negara kita.

Program Peduli mendorong agar seluruh elemen masyarakat mendapat perlakuan yang setara dan memperoleh kesempatan yang sama sebagai warga negara, terlepas dari perbedaan apapun.

Program Peduli bertujuan mewujudkan suatu pembelajaran bagaimana mewujudkan inklusi sosial bagi kaum marjinal dan difabel sehingga keberadaan mereka diakui oleh negara (pemerintah dan masyarakat), hak-hak dasarnya dihormati, dan diperlakukan sebagai warga yang bermartabat.

Pemberian penghargaan dilaksanakan pada rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lakpesdam 2018. Acara berlangsung pada Sabtu-Senin (22-24/12/2018) di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (Cevest) Bekasi, Jawa Barat.

Menurut Ketua Lakpesdam Cilacap, Saiful Musta’in, Muslam memperjuangkan hak penghayat kepercayaan mulai tahun 2015. Dia juga mengajar mata pelajaran budi pekerti luhur di sekolah yang memiliki siswa yang menganut kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa.

Selain Muslam, belasan pejuang inklusi dari pelbagai wilayah program Peduli juga menerima penghargaan. Mereka adalaha H. Kanadi Monisme, S.H., M.H. (Kuningan), K.H. Abdul Aziz Anbar Nawawi (Kuningan), Drs. Toto Sartono, M.Pd.I. (Kuningan), Hadi Patenak (Jepara), Sri Suharmiati (Jepara), Dwi Nova Dewanti (Sampit), Sulastri , S.Pd.(Bima), A. Malik (Bima), Noor Naba’iyah (Kencong), Dra. Andi Mulyati Nur, M.Pd. (Bulukuba), Chaerul Anwar, S.IP. (Mataram), Ahmad Anis (Mataram), Supriatna (Tasikmalaya), Syukriadi Keuchik (Aceh), K.H. Nuruddin JC (Sampang), H. Rudi Setyadi , M.M. (Sampang), Drs. K.H. Enjang Nasrullah (Cimahi), dan Dr. Hj. Siti Nurazizah, M.Hum. (Kemenag RI).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*